Ikhwan dan Salafy Tolak Penggulingan Mursy




Ribuan orang berkumpul di sekitar Masjid Rabiah Adawiyah di Kairo, yang terdiri lebih dari 30 partai, koalisi, gerakan Islam, dan terutama Ikhwanul Muslimin, guna mendukung Presiden Muhammad Mursy, menjelang demonstrasi besar-besaran pada 30 Juni mendatang yang diusung oleh kubu oposisi untuk menuntut pemilihan presiden kembali sesegera mungkin.
Para demonstran mengamankan jalan utama di sekitar masjid, sambil meneriakkan slogan, "Tidak untuk kekerasan, dan ya untuk perdamaian."
Aksi demonstrasi ini diberi nama aksi "Jutaan Umat Melindungi Revolusi". Tujuan utama digelarnya aksi pada hari Jumat ini adalah untuk mangantisipasi dan sebagai respon atas rencana demonstrasi besar-besaran yang dimotori oleh pihak oposisi pada akhir bulan mendatang.
Pada hari Kamis (20/6/2013) Ir Aiman Abdul Ghani, seketaris pemuda di Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwan, mengatakan bahwa aksi Jutaan Umat Melindungi Revolusi ini diikuti lebih dari 30 gerakan revolusi, pemuda, partai politik serta kekuatan Islam.
"Tujuan utama aksi ini adalah himbauan untuk demonstrasi damai dan meninggalkan kekerasan, serta mindungi politik dari orang-orang yang ingin menyeret negara ke dalam pusaran kekerasan dan kekecauan dengan tidak turut serta dalam setiap aksi kekerasan," tutur Abdul Ghani atas nama Partai Kebebasan dan Keadilan dikutip Aljazeera.

Aksi ini terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya adalah doa bersama hingga menjelang Magrib, supaya Allah menjaga Mesir dan rakyatnya. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa ulama al-Azhar, Badan Syar'iyah untuk Hak-hak dan Reformasi, dan lainnya.
Sementara itu dilansir oleh Islammemo, Jumat (21/6/2013), Salafy mengatakan keiikutsertaannya dalam aksi Jutaan Umat Melindungi Revolusi ini bukan untuk membela pemerintah, melainkan membela negara Mesir dan hak jutaan rakyat Mesir yang telah memilih Mursy sebagai presiden.
Dikutip oleh Islammemo dari surat kabar al-Nahar,  Salafy Mesir menyatakan penolakannya terhadap ajakan untuk menggulingkan Presiden Mesir Muhammad Mursy pada tanggal 30 Juni mendatang. Menurut Salafy, himbauan demonstrasi untuk menggulingkan Mursy itu hanyalah kehendak dari sekelompok minoritas yang mencoba melanggar kehendak rakyat Mesir yang telah memilih Mursy sebagai presiden melalui pemilu. Meskipun bertentangan dengan beberapa kebijakan Presiden Mursy, namun Salafy menolak dengan tegas upaya menurunan Presiden Mursy sebelum habis masa jabatannya yang telah dijamin secara Konstitusi.
Bentrok
Yaumsabi melaporkan, di sekitar Masjid al-Qaid Ibrahim terjadi bentrokan antara demonstran pendukung Presiden Mursy dengan kelompok penentangnya selepas shalat Jumat. Para demonstran penentang Mursy menuntut menjatuhkan Presiden dan Ikhwanul Muslimin.
Akibat bentrokan itu, dua orang pendukung Presiden Mursy cedera.
Demonstran dari kelompok oposisi juga melakukan aksinya di markas pensiunan militer di depan Teater Perm Tunisia, guna persiapan demonstrasi pada tanggal 30 Juni mendatang guna menuntut mundur Mursy dari kursi presiden dan mendesak dilakukannya Pemilu dini.
Kelompok penentang Presiden Mursy lewat kampanye pembangkangannya berusaha mengumpulkan 15 juta tanda tangan dari orang-orang yang tidak menyukai kepemimpinan Mursy, melebihi jumlah suara 13,2 juta yang diraih Mursy dalam pemilihan umum tahun lalu. (sumber: Hidayatullah.com)

Share this with short URL: