Pernyataan Resmi Ikhwanul Muslimin

Kamis pukul 17.00 sore waktu Kairo ratusan orang mendatangi Markas Besar Ikhwanul Muslimin (Maktab Irsyad ) yang ada di daerah Muqattam, Mesir. Mereka adalah orang-orang bayaran yang digerakan untuk menyebarkan kerusuhan di seluruh propinsi di Mesir. 

Dalam hitungan kurang dari setengah jam para preman bayaran tersebut berhasil mengobrak-abrik ruangan kerja pimpinan tertinggi Ikhwanul Muslimin. Mereka juga berhasil mengambil beberapa perangkat komputer. Bahkan sebuah ruangan yang difungsikan sebagai masjid ikut menjadi sasaran. Selain markas besar Ikhwanul Muslimin pembakaran dan penjarahan juga terjadi beberapa kantor ikhwan yang ada di propinsi. Tercatat sebanyak 28 kantor ikhwanul muslimin di berbagai daerah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Dua hari setelah itu kejadian itu, tepatnya hari sabtu tanggal 9 Desember 2012. Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’ mengadakan jumpa pers dengan media mesir. Setelah menyampaikan sikap resmi ikhwan, Dr. Muhammad Badi’ juga menyempatkan waktu untuk berdialog. Yang menarik dari pertemuan itu, mampu mengungkapkan kepada media siapa sebenarnya ikhwanul muslimin sesungguhnya. Bahkan diakhir pertemuan seorang wartawan wanita menyatakan sikapnya untuk mendukung perjuangan Ikhwanul Muslimin termasuk Dr. Muhammad Mursi. 


Dari sorot kamera televisi yang menyiarkan acara tersebut terlihat wartawan tersebut tidak memakai jilbab. Berikut ini adalah ringkasan sikap resmi ikhwanul Muslimin yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Badi’: 

- Apa yang kita saksikan sekarang ini bukan lagi masalah pertentangan tapi sudah masuk ke tingkat kebatilan oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk menghadangnya.

- Saya mengajak kepada semua kekuatan politik untuk segera menghentikan semua kejadian yang menyedihkan ini

- Dalam dua hari ini sebanyak 8 orang tewas dan semuanya dari kader ikhwan
Kami meminta pertangunjawaban kepada departemen dalam negeri untuk melindungi markas ikhwan dan meminta investigasi terhadap kerusuhan ini

- Sepanjang sejarah Ikhwan muslimin tidak pernah mengunakan cara-cara kekerasan dan bangsa mesir sangat paham akan hal itu

- Sebanyak 28 markas ikhwan dibakar dan di rusak termasuk Maktab Irsyad ikhwanul muslimin di daerah Muqattam.

- Diantara korban kekerasan adalah dua anak dari wakil Mursyid ‘am Dr. Mahmud Izzat keduanya terluka saat terjadi bentrok di depan istana kepresidenan dan dan seorang lagi anak dari dari penangung jawab ikhwan di daerah komplek 5 (Tajammu’ Khomis)


- Kami menuntut keadilan bagi para syuhada dan korban kerusauha…. Kami terus bersabar tapi kesabaran kami bukan berarti kami lemah. Selamanya kami tidak pernah mau menerima kekerasan yang dialamatkan kepada kami, tidak juga kepada para penentang dan kepada siapapun yang ada di mesir

- Kita harus sadar yang terjadi sesungguhnya adalah sebuah persaingan politik dalam demokrasi dan maka penyelesaiannya juga harus dengan cara demokrasi dan bukan kekerasan.

- Kami telah membiasakan berdialog dengan semua kekuatan politik. Membuka tangan kami untuk mengajak mereka untuk bergandengan tangan termasuk kepada para penentang dan kami akan terus berusaha mengggunakan cara cara terbaik untuk mengajak mereka agar mau bekerjasama.

- Sebuah pertanyaan: Mengapa ketika ketika para penentang marah kepada kami mereka lakukan dengan cara menghancurkan dan membakar mesir?

- Mari bersama sama menggunakan akal jernih kita dan jangan sampai persaingan politik membuat kita memaksakan kehendak kita terhadap bangsa mesir… ungkapkan pendapat anda tapi jangan paksakan pendapat anda.

- Saya mencoba menanggapi isu miring yang menyatakan bahwa Mursyid Am ikhwnul muslimin adalah orang yang sebenarnya memerintah mesir (bukan presiden :red), maka saya katakan,” Apa masuk akal orang yang memerintah mesir tidak dapat melindungi kantornya sendiri? Sampai-sampai Al-Quran dan beberapa buku saya berserakan di lantai. Dan beberapa tanaman hias juga dirusak…
Share this with short URL: